RANTING NAHDLATUL ULAMA SENTONOREJO

Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Pengurus Ranting dan Banom NU

Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama

Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Pengurus Ranting Muslimat NU

Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Pengurus Ranting Fatayat NU

Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Minggu, 23 November 2025

Download

Silakan download (unduh) file yang dibutuhkan:

  1. Formulir Pendataan dan Sensus Anggota NU (Sebagai Pengurus) disini
  2. Formulir Pendataan dan Sensus Anggota NU (Biasa) disini
  3. Contoh Kop Surat Ranting NU terbaru 

Pendataan Anggota NU

PENDATAAN DAN SENSUS ANGGOTA NU
RANTING SENTONOREJO
DESA SENTONOREJO KECAMATAN TROWULAN


Dalam rangka verifikasi anggota Nahdlatul Ulama di Desa Sentonorejo perlu didata secara komprehensif dan proporsional. silakan Verifikasi Diri tautan di bawah ini:

DATA ANGGOTA NU (Sebagai Pengurus)

DATA ANGGOTA NU (Biasa)


Susunan PR Fatayat NU Sentonorejo

 


SUSUNAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU

DESA SENTONOREJO KECAMATAN TROWULAN


Susunan PR Muslimat NU Sentonorejo

 


SUSUNAN PENGURUS RANTING MUSLIMAT NU
DESA SENTONOREJO KECAMATAN TROWULAN


Sabtu, 22 November 2025

Pagar Nusa

 

Pagar Nusa atau sering disingkat PN, adalah organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang berdiri pada 22 Rabi’ul Akhir 1406 H / 3 Januari 1986 M di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur dengan Ketua Umum pertamanya adalah KH. Abdulloh Maksum Jauhari dalam rangka menyatukan dan mewadahi sejumlah perguruan silat NU yang dahulunya beragam dan berdiri sendiri-sendiri.[1] Hingga saat ini Pagar Nusa memiliki nama resmi “Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa”.

Pagar Nusa berdiri sebagai badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang berbasis gerakan dalam melaksanakan kebijakan NU pada pengembangan seni, budaya, tradisi, olahraga pencak silat, pengobatan alternatif, dan pengabdian masyarakat.

Sejarah

Berdirinya gerakan pencak silat Pagar Nusa ini pada umumnya dilatarbelakangi oleh perasaan gelisah yang dirasakan oleh para ulama terutama aktifis pencak silat yang kala itu tidak ada suatu wadah yang menaungi para aktifis pencak silat yang jumlahnya tidak sedikit, para ulama dan aktifis menyayangkan jika aktifis pencak silat di lingkungan NU kala itu tidak ada wadah tersendiri untuk bersatu dalam suatu wadah. Lantas kemudian suatu ketika, pendekar asal Surabaya, Jawa Timur Kiai Suharbillah sowan kepada KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) untuk meminta pendapat dan fatwa akan hal tersebut. Lalu KH. A. Mustofa Bisri memberi saran kepada KH. Suharbillah untuk mendatangi dan menghadap kepada Gus Maksum (Lirboyo, Kediri).

Lalu tepat pada tanggal 27 September 1985, para ulama dan aktifis pencak silat melakukan musyawarah di Pesantren Tebuireng, Jombang dan beragenda untuk mendirikan sebuah organisasi yang berafiliasi kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama dengan tujuan khusus untuk mewadahi dan mengembangkan kemampuan di bidang pencak silat.

Satu tahun setelah itu, yakni pada tanggal 3 Januari 1986, para ulama dan aktifis pencak silat di kalangan NU tadu menyelenggarakan pertemuan dan musyawarah di Pondok Pesantren Lirboyo, dan di pertemuan inilah disepakati pembentukan organisasi pencak silat di bawah naungan NU dengan nama “Pagar Nusa”.

Kemudian pada tanggal 16 Juli 1986, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang ketika itu diketuai oleh KH. Ahmad Shidiq sebagai Rais ‘Aam dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum-nya, melakukan peresmian terhadap Pencak Silat Pagar Nusa sebagai salah satu badan otonom di bawah pangkuan Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan ketua umum Pagar Nusa pertama kali dijabat oleh KH. A. Maksum Jauhari.

Hierarki Organisasi

Pimpinan Pusat (PP) di tingkat nasional;

Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi;

Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) berkedudukan di kepengurusan luar negeri;

Pimpinan Cabang (PC) di tingkat kabupaten/kota;

Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan;

Pimpinan Rayon (Rayon) berkedudukan di pondok pesantren atau lembaga pendidikan;

Pimpinan Ranting (Ranting) di tingkat desa/kelurahan.

Daftar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa

PotretNamaPeriode
MulaiSelesai
Gus Maksum Pendiri Pagar Nusa.jpg
KH. A. Maksum Jauhari19862003
KH SUHARBILLAH.jpg
Dr. KH. Suharbillah20032007
KH FUAD PN.jpg
Drs. KH. Fuad Anwar, M.Si20072012
GUS AIZUDIN PN.jpg
KH. Aizzudin Abdurrahman20122017
GUS NABIL.jpg
Muchamad Nabil Haroen2017sekarang

















Tujuan Pagar Nusa

Pembinaan, pengembangan, pelestarian, dan pendayagunaan profesi seni, budaya, bela diri pencak silat, dan ketabiban dengan segala aspeknya, baik aspek seni, budaya, bela diri pencak silat, dan ketabiban sebagai cabang olahraga maupun seni budaya dan aspek ketabiban (mental spiritual) dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang berbudi luhur dan Pancasilais.

Berlakunya ajaran Islam menurut paham Ahlusunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu Mazhab Empat di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Panca Prasetya Pagar Nusa

Kami pesilat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa, sanggup :

Bertakwa kepada Allah SWT.
Berbakti kepada Nusa dan Bangsa
Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
Mempertahankan kebenaran dan mencegah kemungkaran
Mempertahankan paham Ahlusunnah wal Jamaah.

Aliran Bela Diri

Pagar Nusa di ketahui mewadahi beberapa aliran-aliran perguruan beladiri yang dahulunya berdiri sendiri, sehingga juga dikenal dengan sebutan “Pagar Nusa IPSI-Nya NU.” Karena beragam perguruan beladiri berafiliasi dibawah naungan Pagar Nusa. Ada puluhan bahkan ratusan perguruan maupun padepokan Pencak Silat yang menjadi bagian dari Pagar Nusa, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia)
NH Perkasya
Peguron Sapu Jagad
Batara Perkasa
Cimande
Ababil Surakarta
Ababil Jember
PSHC (Pencak Silat Harimau Cimande)
DOB PENAGA (Dakwah Olahraga Beladiri Pecinta Negara dan Agama)
SPKM (Silat Pencak Kordho Manyuro)
AT (Al-Akhlaqu At-Thohiroh) Tulungagung
PHPN (Perisai Hati Pagar Nusa)
Sunan Giri
PMP Bintang Sembilan
Macan Ireng
Macan Putih
Naga Putih
Padepokan Nur Langit
GBR (Garuda Bambu Runcing)
SDM (Satria Daya Manunggal)
Tegal Istighfar/JPC
Harimau Kumbang
IPS Maruyung
ASMA Purwokerto
PPS Kuntu Mancilan
CEPEDI (Cepat Pembelaan Diri)
LBI Harimau Putih
Satria Agung
GATEDA Tulungagung
Carangkuning
PSKH Blitar (Pentjak Suci Kumpulan Hati) “Trah Setia Hati”
PORSIGAL PN
Kuntau Kalimantan
Naga Hijau
Parikesit
SAPERTI (Satria Perkasa Sejati)
Hokashito Garuda Putih
Macan Kembar
Joko Tingkir
Asmaul Husna Pagar Nusa
Silamba Wiqri
Padepokan Langit Tujuh
PERSIS
PPS Putra Siliwangi
Sapu Jagad
Lintang Songo
Nurul Jadid
Pagar Nusa Cikalong
Pagar Nusa Cikaret
Shaolinshi
Sehati Muslim
Silat Betawi
Kucing Hitam
Jiwa Suci
Asta Dahana
Pagar Nusa AL Ghozaliyah
Sendeng Semperen 7
…Dst.